Pengenalan Kebutuhan
A. Pengertian
Proses
pembelian oleh konsumen diawali sejak pembeli mengenali kebutuhan atau masalah.
Kebutuhan tersebut dapat ditimbulkan oleh rangsangan internal atau eksternal.
Rangsangan internal, terjadi pada salah satu kebutuhan umum seseorang (seperti
rasa lapar dan haus). Sedangkan rangsangan eksternal salah satunya terjadi
karena seseorang menonton iklan atau melihat produk baru milik tetangga. Contohnya kondisi karena kebutuhan akan
alat komunikasi yang berfungsi sebagai multi fungsi, selain sebagai alat untuk
komunikasi tetapi juga ada kebutuhan
lain yaitu sebagai alat untuk membantu pekerjaan, sebagai alat entertaintment,
maka kita pasti akan membutuhkan smartphone untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
B. Macam-Macam Kebutuhan
Kebutuhan manusia banyak macamnya dan dapat dibedakan
menurut tingkat kepentingan, waktu pemenuhan, sifat, dan subjeknya.
- Kebutuhan manusia menurut tingkat kepentingannya
Menurut tingkat kepentingannya,
kebutuhan manusia dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
a.
Kebutuhan
primer, atau sering disebut kebutuhan pokok merupakan kebutuhan yang
pemuasannya harus segera harus segera dipenuhi agar manusia dapat menjaga
kelangsungan hidup dengan baik, jika kebutuhan primer tidak segera dipenuhi
pemuasannya maka kelangsungan hidup manusia bisa terancam. Contoh kebutuhan
primer adalah makanan (pangan), pakaian(sandang), rumah(papan).
b.
Kebutuhan
sekunder, atau yang sering disebut kebutuhan pelengkap merupakan kebutuhan yang
pemuasannya dapat ditunda. Contoh kebutuhan sekunder adalah olahraga, hiburan,
sepeda motor, surat kabar,televisi, dll.
c.
Kebutuhan
tersier, adalah kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi dengan mengkonsumsi benda
yang tergolong mewah. Kebutuhan tersier muncul setelah kebutuhan primer dan
sekunder terpenuhi. Contoh benda yang termasuk mewah ialah seperti intan
berlian, villa, dll.
- Kebutuhan manusia menurut waktu pemenuhan
Kebutuhan manusia jika dilihat dari
waktu kapan kebutuhan tersebut harus dipebuhi dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
a.
Kebutuhan
sekarang, merupakan kebutuhan yang sangat penting dan mendesak untuk dipenuhi
sekarang juga, kebutuhan jenis ini tidak dapat ditunda untuk dipenuhi.
Contohnya adalah ketika seseorang sedang kelaparan serta kehausan, maka tentu
kebutuhan makan dan minum orang tersebut harus dipenuhi pada saat itu juga agar
tidak menyebabkan datangnya penyakit ataupun kematian.
b.
Kebutuhan
yang akan datang, merupakan kebutuhan yang pemuasannya bisa ditunda hingga masa
yang akan datang. Biasanya untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang diperlukan
adanya perencanaan terlebih dahulu.
- Kebutuhan manusia menurut sifat
Menurut sifatnya, kebutuhan bisa
dibedakan menjadi 2, yaitu :
a.
Kebutuhan
jasmani, adalah kebutuhan yang perlu dipenuhi agar jasmaninya bisa berfungsi
dengan baik, kebutuhan jenis ini biasanya dipenuhi dengan mengkonsumsi benda
berwujud. Contohnya kebutuhan akan makan dan minum.
b.
Kebutuhan
rohani, adalah kebutuhan yang perlu dipenuhi agar rohani atau mental bisa
berfungsi dengan baik. Contohnya kebutuhan pendidikan, agama, dan hiburan
- Kebutuhan manusia menurut subjek
Kebutuhan menurut subjeknya dapat
dibedakan menjadi 2, yaitu :
a.
Kebutuhan
pribadi, merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi berdasarkan pilihan pribadi.
Contohnya seperti kebutuhan alat tulis masing-masing mahasiswa yang berbeda
b.
Kebutuhan
sekunder, merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan kehidupan bersama, baik
keluarga maupun masyarakat. Contohnya kebutuhan akan jalan raya, jembatan, dll.
Sumber Informasi
A. Pengertian
Konsumen yang memiliki keterlibatan tinggi (high involvement)
cenderung untuk mengevaluasi merek secara lebih detail dan komprehensif.
Konsumen yang seperti ini lebih pada pencarian informasi secara detail pada
merek yang akan mereka konsumsi dan secara aktif dalam pemcarian informasi (Utama & Purwanto, 2006). Keterlibatan
konsumen dalam bentuk mencari informasi tentang apotek yang sesuai dengan
keinginan mereka akan dapat berdampak pada kepuasan dan keputusan pembelian
mereka. Semakin tinggi keterlibatan konsumen akan semakin akurat informasi yang
mereka peroleh sebagai pertimbangan penting dalam mengambil keputusan pembelian. Sumber informasi yang kredibel
dan menarik lebih memberikan pengaruh terhadap opini konsumen atas suatu produk
(Kahle dan Homer, 2005).
Setelah konsumen
terangsang dengan kebutuhannya maka konsumen akan terdorong untuk mencari
informasi lebih banyak. Pencarian informasi dapat bersifat aktif dan pasif.
Pencarian informasi yang bersifat aktif yaitu konsumen akan mulai aktif mencari
informasi dengan bertanya kepada teman atau dengan mendatangi tokonya langsung
untuk mencari tahu dan membandingkan harga dan kualitas produk, sedangkan
pencarian informasi pasif yaitu dengan membuka-buka internet untuk melihat
spesifikasi mengenai produk yang diinginkan. Konsumen akan mencari apa yang
dapat memenuhi kebutuhan keinginannya. Misalnya untuk mendapatkan smartphone
terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita, maka sebelum membeli
barang tersebut kita harus lebih banyak mencari informasi melalui media apapun
(internet, rekomendasi teman, saudara, sahabat, orang tua, kerabat dll)
Setelah tau apa
yang tepat maka konsumen akan melakukan penilaiaan disertai dengan pertimbangan
yang diperoleh dari berbagai informasi yang berkaiatan dengan lamanya waktu dan
jumlah uang yang tersedia untuk membeli sebuah produk. Implikasi strategi pemasarannya yaitu
perusahaan harus dapat memfasilitasi konsumen dengan memberikan informasi
sedetail mungkin terkait dengan produk-produknya baik seperti fitur produk,
desain produk, dan semua keunggulan produk harus jelas dan detail, bahkan
dimana saja konsumen dapat memperoleh produknya (channel distribution)
B. Macam – macam Sumber Informasi
Seperti diketahui, setiap konsumen memiliki rangking
produk yang diinginkannya. Penilaian terhadap produk-produk tersebut
menuntunnya mencari. Situasi pencarian informasi yang ringan dinamakan
penguatan perhatian. Pada level ini konsumen hanya sekedar lebih peka terhadap
produk. Pada level selanjutnya, konsumen itu mungkin mulai aktif mencari
informasi : mencari bahan bacaan, menelpon teman, dan mengunjungi toko untuk
mempelajari produk tertentu.
Kotler (2009 : 235) Perhatian utama pemasar adalah
sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relatif
tiap sumber tertentu terhadap keputusan
pembelian selanjutnya. Sumber informasi konsumen digolongkan kedalam empat
kelompok berikut ini:
1.
Sumber
pribadi yaitu keluarga, teman, tetangga, kenalan.
2.
Sumber
komersial yaitu iklan,wiraniaga, kemasan, pajangan di toko.
3.
Sumber
publik yaitu media massa, organisasi penentu peringkat konsumen.
4.
Sumber
pengalaman yaitu penanganan, pengkajian, dan pemakai produk.
Sedangkan menurut Peter dan Donnelly (2003)
mengelompokkan sumber informasi bagi pelanggan ke dalam 5 (lima) kategori,
yaitu :
- Sumber internal, berupa penglaman sebelumnya dalam menangani kebutuhan serupa.
- Sumber kelompok, yaitu pihak-pihak relevan lain (seperti teman, keluarga, tetangga, dan rekan kerja) yang diyakini konsumen memiliki keahlian khusus dalam keputusan pembelian terkait.
- Sumber pemasaran, berupa iklan, wiraniaga, dealer, kemasan, dan pajangan.
- Sumber publik, meliputi publisitas (seperti artikel koran tentang produk) dan pemeringkatan independen terhadap produk (contohnya, laporan hasil riset produk dan Warta Konsumen).
- Sumber eksperiensial, yaitu mengenai, menilai, dan mungkin pula mencoba produk atau jasa sewaktu berbelanja.
C. Pencarian Informasi
Identifikasi masalah atau kebutuhan memerlukan solusi
yang biasanya berupa pembelian atau jasa. Sebelum memutuskan tipe produk,
mereka spesifik, dan pemasok yang akan dipilih, konsumen biasanya mengumpulkan
berbagai informasi mengenai alternatif yang ada. Pencarian informasi bisa
dilakukan secara pasif maupun proaktif.
·
Pencarian internal (pasif), konsumen mengakses dan
mengandalkan memorinya berkenaan dengan informasi-informasi yang relevan
menyangkut produk atau jasa yang sedang dipertimbangkan untuk dibeli.
·
Pencarian eksternal (proaktif), konsumen mengumpulkan
informasi-informasi baru melalui sumber-sumber lain selain pengalamannya
sendiri, misalnya bertanya kepada teman, membaca koran atau majalah.
Proses pencarian informasi secara internal dari memori konsumen
dapat dijelaskan sebagai berikut. Langkah pertama, konsumen akan berusaha
mengingat semua produk dan merek baik yang telah dikenal baik ataupun yang
kurang dipahami. Langkah kedua, konsumen akan berfokul pada produk dan merek
yang dikenalnya. Dari merek yang dikenal akan dikelompokkan menjadi tiga, yakni
: kumpulan yang dipertimbangkan (produk dan merek yang dipertimbangkan,
kumpulan merek netral (produk dan merek dianggap tidak berbeda), dan kumpulan
yang tidak diterima (produk dan merek yang tidak dipertimbangkan).
Pencarian eksternal dilakukan apabila pencarian internal
dirasa tidak mencukupi. Pencarian eksternal adalah proses pencarian informasi
mengenai berbagai produk dan merek, pembelian maupun konsumsi. Pencarian
eksternal yang dicari biasanya meliputi : alternatif merek yang tersedia,
kriteria evaluasi untuk membandingkan merek, dan tingakt kepentingan dari
berbagai kriteria evaluasi. Pencarian informasi eksternal dapat dibedakan ke
dalam beberapa dimensi : (1) Besarnya pencarian (degree of search), adalah
seberapa banyak informasi yang dicari konsumen, (2) Arah pencarian (direction
of search), adalah kegiatan konsumen dalam memilih merek, toko, atribut dan
sumber informasi, dan (3) urutan pencarian (sequence of search), adalah
bagaimana konsumen melakukan langkah-langkah kegiatan pencarian (Sumarwan, 2003).
Evaluasi Alternatif Produk
A. Pengertian
Evaluasi alternatif adalah proses mengevaluasi pilihan
produk dan merek, dan memilihnya sesuai dengan keinginan konsumen. Beberapa
konsep dasar akan membantu kita memahami proses evaluasi konsumen. Pertama,
konsumen berusaha memenuhi kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu
dari solusi produk. Ketiga, konsumen memandang masing-masing produk sebagai
kumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat
yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan itu.
Evaluasi umumnya mencerminkan keyakinan dan sikap yang
dapat mempengaruhi perilaku pembelian seorang
konsumen. Keyakinan (belief) adalah gambaran pemikiran yang dianut
seseorang tentang gambaran sesuatu. Keyakinan seseorang mengenai suatu produk
atau merek akan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, dan yang tak
kalah pentingnya dengan kayakinan yaitu
sikap. Sikap (attitude) merupakan evaluasi, perasaan emosi dan kecenderungan
tindakan yang dapat menguntungkan atau
tidak menguntungkan dan bertahan lama pada seseorang atau pada objek gagasan
tertentu (Kotler dan Keller 2007). Evaluasi alternatif terdiri dari dua tahap
yaitu menetapkan tujuan pembelian dan menilai serta melakukan seleksi terhadap
alternatif pembelian berdasarkan tujuan pembeliannya. Setelah konsumen
mengumpulkan informasi mengenai jawaban alternatif terhadap suatu kebutuhan,
maka konsumen akan mengevaluasi pilihan pada alternatif yang diinginkan
Misalnya setelah
mendapatkan beberapa informasi mengenai smartphone, maka kita mendapatkan empat
pilihan smartphone yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita. Dari
keempat pilihan smarphone tersebut kita akan mulai membandingkan
keunggulan-keunggulan dari setiap produk dengan melihat beberapa pertimbangan
salah satunya yaitu mengenai budget yang dimiliki oleh seseorang. Bahkan banyak
pembeli yang mempertimbangkan fasilitas pembayaran seperti apakah dapat
diangsur atau dibeli secara kredit.
B. Tahapan Evaluasi
Pada buku Panduan Riset Perilaku Konsumen (Simamora,
2001) dijelaskan dalam pemasaran
adalah asumsi-asumsi seperti berikut:
1.
Diasumsikan bahwa konsumen melihat produk sebagai sekumpulan
atribut. Konsumen yang berbeda memiliki persepsi yang berbeda pula tentang
astribut apa yang relevan.
2.
Tingkat kepentingan atribut berbeda-beda sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan masing-masing. Konsumen memiliki penekanan yang
berbeda-beda dalam menilai atribut apa yang paling penting.
3.
Konsumen mengembangkan sejumlah kepercayaan tentang
letak produk pada setiap atribut. Sejumlah kepercayaan mengenai merek tertentu
disebut dengan “brand image”. Misalnya, seseorang menginginkan kulkas yang besar.
Maka kepuasan tertinggi akan diperoleh dari kulkas yang paling besar dan begitu
pun sebaliknya.
4.
Tingkat kepuasan konsumen terhadap produk akan beragam
sesuai dengan perbedaan atribut.
5.
Konsumen akan sampai pada sikap terhadap merek yang
berbeda melalui prosedur evaluasi.
Seleksi dan Pembelian Produk
A. Pengertian
Dalam keputusan pembelian produk, konsumen dapat
mengambil beberapa sub keputusan meliputi sebuah merek, pemasok, jumlah, waktu
pelaksanaan, dan metode pembayaran untuk produk-produk yang komplek maka akan
membutuhkan pertimbangan yang panjang sebelum memutuskan pembelian, sedangkan
untuk pembelian produk yang sederhana seperti kebutuhan sehari-hari konsumen
cenderung lebih mudah memutuskan untuk langsung membeli. Pada fase ini perusahaan
harus sebisa mungkin memudahkan konsumen untuk dapat mengakuisisi produk yang
diinginkan, seperti kemudahan dalam memperoleh produk, kemudahan untuk
melakukan pembayaran, dan kemudahan untuk dapat konsultasi lebih lanjut.
B. Tahapan Seleksi dan Pembelian
Sebelum akhirnya konsumen memutuskan untuk membeli
suatu produk, maka proses seleksi dibutuhkan agar konsumen dapat memilih produk
mana yang terbaik. Adapun tahapan seleksi yaitu,
a. Penilaian dan seleksi terhadap
alternatif pembelian
Tahapan ini meliputi dua tahap, yaitu
menetapkan tujuan pembelian dan menilai serta mengadakan seleksi terhadap
alternatif pembelian berdasarkan tujuan pembeliannya. Dalam mengidentifikasikan
alternatif pembelian ini tidak dapat terpisah dari pengaruh sumber-sumber yang
dimiliki, seperti waktu, uang dan informasi yang telah didapat. Atas dasar
tujuan pembelian, altematif-alteniatif yang telah diidentifikasi, dinilai dan
diseleksi menjadi alternatif pembelian yang dapat memenuhi dan memuaskan
keinginan maupun kebutuhannya.
b. Keputusan
untuk membeli
Keputusan untuk membeli merupakan
proses pembelian yang nyata. Sebagai akibat dari penilaian dan seleksi terhadap
alternatif pembelian. Konsumen melakukan pembelian yang nyata berdasarkan
alternatif yang telah dipilih. Keputusan membeli meliputi keputusan konsumen
mengenai apa yang dibeli, keputusan membeli atau tidak, waktu pembelian, tempat
pembelian, dan bagaimana cara pembayaran.
Pasca Komunikasi Produk
Produsen atau pemasar saat ini menyadari bahwa pentingnya
dalam melakukan komunikasi pasca pembelian. Banyak perusahaan yang mengirim
surat atau brosur untuk memastikan dan memberikan dukungan bahwa keputusan
konsumen dalam membeli produk tersebut tidak salah. Banyak perusahaan telah
mebuka saluran telepon bebas pulsa bagi konsumen yang membutuhkan tambahan
informasi, ingin bertanya atau dapat mengajukan keluhan terhadap produk yang
mereka beli. Bahakan ada juga produsen yang menawarkan pengembalian barang,
memberikan uang pengganti, dan memperpanjang waktu garansi untuk memastikan
kepuasan konsumen
Pemasar harus
memperhatikan konsumen setelah melakukan pembelian produk. Setelah membeli
suatu produk konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan atau tidak ada
kepuasan, ada kemungkinan bahwa konsumen memiliki rasa ketidakpuasan setelah
melakukan pembelian, karena mungkin harga barang dianggap terlalu mahal atau
mungkin tidak sesuai dengan keinginan atau gambaran sebelumnya. Konsumen akan
membandingkan produk atau jasa yang telah dibeli dengan produk atau jasa lain. Hala
ini dikarenakan konsumen mengalami ketidakcocokan dengan fasilitas-fasilitas
tertentu pada barang yang telah dibeli, atau mendengar keunggulan yang ada di
produk lain. Perilaku ini akan mempengaruhi terhadap pembelian ulang dan juga
mempengaruhi ucapan-ucapan pembeli kepada pihal lain tentang produk perusahaan (Firmansyah, 2018).
Studi Kasus
Menurut penelitian Pengaruh Consumer Involvement,
Kredibilitas Sumber Informasi dan Kepuasan Konsumen Terhadap Keputusan
Pembelian Ulang (Studi Pada Konsumen Obat Pada Apotek di Kota Banda Aceh) (Jurnaiti,
Lubis, & Hafasnudin, 2017). Seiring dengan meningkatnya jumlah
penduduk kota Banda Aceh, maka tuntutan terhadap pentingnya pelayanan kesehatan
juga meningkat. Karena itu, hingga saat ini jumlah instansi yang memberikan
pelayanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga semakin meningkat,
baik yang dikelola oleh pemerintah daerah maupun swasta. Keterlibatan konsumen dalam
bentuk mencari informasi tentang apotek yang sesuai dengan keinginan mereka
akan dapat berdampak pada kepuasan dan keputusan pembelian mereka.
Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh
Hovland, Janis dan Kelley yaitu Teori Kredibilitas Sumber (Source Credibility
Theory) dalam buku Communication and Persuasion. Asumsi dasar dari teori ini
adalah menyatakan bahwa seseorang dimungkinkan lebih mudah dipersuasi jika
sumbersumber persuasinya cukup kredibel. menyatakan bahwa sumber dengan
kredibilitas tinggi memiliki dampak besar terhadap opini audiens daripada
sumber dengan kredibilitas rendah. Sumber yang memiliki kredibilitas tinggi
lebih banyak menghasilkan perubahan sikap dibandingkan dengan sumber yang
memiliki kredibilitas rendah. Ketika penerimaan bisa diterima dengan argumen
dalam mendukung pandangan, maka keahlian dan kehandalan komunikator bisa
menentukan kepercayaan yang diberikan kepadanya (Hovland, 2007:20 ).
Sampel penelitian dibatasi hanya pada 180 orang konsumen
yang memenuhi kriteria di atas. Pengambilan sampel diambil secara proporsional
sampling dari masing-masing kecamatan di Kota Banda Aceh. Data yang diperoleh
melalui pengedaran kuesioner baik berhubungan dengan keputusan pembelian ulang,
kepuasan konsumen, keterlibatan konsumen (consumer involvement) dan
kredibilitas sumber informasi merupakan data kualitatif. kala pengukuran data yang
digunakan untuk mengkuantitatifkan data kualitatif tersebut adalah skala
Likert (Likert scale) dengan interval 1-5, dengan ketentuan sangat tidak setuju
diberikan skor 1, tidak setuju diberikan skor 2, raguragu diberikan skor 3,
setuju diberikan skor 4 dan sangat setuju diberikan skor 5.
Hasil pembahasan dari penelitian tersebut yaitu nilai koefisien jalur
keterlibatan konsumen (consumer involvement) terhadap kepuasan konsumen sebesar 0,294, sedangkan nilai
koefisien jalur kepuasan konsumen terhadap keputusan pembelian ulang sebesar
0,633. Dibandingkan
dengan pengaruh langsung (direct effect) keterlibatan konsumen (consumer
involvement) terhadap keputusan pembelian ulang sebesar 4,12 persen. Keterlibatan konsumen
(consumer involvement) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen yang membeli
obat pada apotek di Kota Banda Aceh. Semakin tinggi keterlibatan konsumen
(consumer involvement) semakin tinggi pula kepuasan konsumen.
Kredibilitas sumber informasi juga berpengaruh signifikan
terhadap kepuasan konsumen. Semakin baik kredibilitas sumber informasi semakin
tinggi pula kepuasan konsumen. Kredibilitas
sumber informasi juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
ulang. Semakin baik kredibilitas sumber informasi semakin tinggi pula keputusan
pembelian ulang.
Sumber :
Firmansyah, M. A. (2018). Perilaku Konsumen (Sikap dan Pemasaran).
Yogyakarta: Penerbit Deepublish.
Jurnaiti, Lubis, R., & Hafasnudin. (2017). PENGARUH
CONSUMER INVOLVEMENT, KREDIBILITAS SUMBER INFORMASI DAN KEPUASAN KONSUMEN
TERHADAP PEMBELIAN ULANG (STUDI PADA KONSUMEN OBAT APOTEK DI KOTA BANDA ACEH).
Jurnal Perspektif Manajemen dan Perbankan, 135-157.
Kotler, P., & Keller, K. (2009). Manajemen Pemasaran
Edisi 13. Jakarta: PT Indeks.
Maharani, N. (2013). Proses Pengambilan Keputusan
Pembelian Konsumen Terhadap Produk Iphone di Bandung. Bandung: Universitas
Islam Bandung.
Morissan. (2010). Periklanan (Komunikasi Pemasaran Terpadu).
Jakarta: Prenademedia Group.
Rossanty, Yossie, & Nasution. (2018). Customer
Behaviour In Era Millennial. Medan: Lembaga Penelitian dan Penulisan
Ilmiah AQLI.
Simamora, B. (2001). Panduan Riset Perilaku Konsumen.
Jakarta : PT Gramedia.
Sumarwan, U. (2003). Perilaku Konsumen Teori dan
Aplikasinya dalam Pemasaran. Bandung: Ghalia Indonesia.
Utama, D. B., & Purwanto, B. (2006). Pengujian
Antecendents Kepercayaan Konsumen Pada Merek dan Pengaruhnya Terhadap
Loyalitas. Sosiosains, 501-522.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar