Iklan
A. Pengertian
Menurut (Kotler & Philip: Amstrong, 1997) periklanan adalah segala
bentuk penyajian non personal dan promosi ide, barang dan jasa dari suatu
sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Sedangkan pengertian Iklan menurut
Rhenald Kasali ( 2000 ) ialah pesan dari produk, jasa atau ide yang disampaikan
kepada masyarakat melalui suatu media yang di arahkan untuk menarik konsumen.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa adalah pesan yang
disampaikan kepada masyarakat melalui bantuan media, menyinggung media promosi,
promosi dapat dilakukan melalui bantuan media-media publik, seperti radio,
televisi, dan media cetak.
Kemudian menurut Moriarty et al. (2009) periklanan
adalah “Bentuk komunikasi berbayar yang menggunakan media massa dan media
interaktif untuk menjangkau audiensi yang luas dalam rangka menghubungkan
sponsor yang jelas dengan pembeli (audiensi sasaran) dan memberikan informasi
tentang produk (barang, jasa, dan gagasan)”.
B. Tujuan Periklanan
Menurut Kotler dan Keller (2009) tujuan periklanan adalah
tugas komunikasi khusus dan tingkat pencapaian yang dicapai dengan pemirsa
tertentu dalam jangka waktu tertentu yang kemudian dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
a.
Iklan
informatif bertujuan menciptakan kesadaran merek dan pengetahuan tentang produk
atau fitur baru produk yang ada;
b.
Iklan
persuasif bertujuan menciptakan kesukaan, preferensi, keyakinan, dan pembelian
produk atau jasa. Beberapa iklan persuasif menggunakan iklan komparatif, yang
membuat perbandingan eksplisit tentang atribut dua merek atau lebih;
c.
Iklan
pengingat bertujuan menstimulasikan pembelian berulang produk atau jasa;
d. Iklan penguat bertujuan
meyakinkan pembeli saat ini bahwa mereka melakukan pilihan tepat.
Tujuan mengiklankan sebuah poduk adalah untuk memengaruhi
sikap khalayak, dalam hal ini tentunya sikap dari konsumen Jefkins (1996).
Melihat tujuan dari periklanan adalah mempengaruhi sikap seorang konsumen, maka
tujuan utama dari mempengaruhi sikap konsumen adalah untuk membuat konsumen
melakukan pembelian. Menurut Amirullah (2002) pengambilan keputusan merupakan
suatu proses penilaian dan pemilihan dari berbagai alternatif sesuai dengan
kepentingan - kepentingan tertentu dengan menetapkan suatu pilihan yang
dianggap paling menguntungkan. Berbagai pertimbangan dilakukan oleh konsumen
sebelum menentukan pembelian.
Salah satu strategi dalam periklanan adalah menyeleksi
media periklanan (Kotler dan Amstrong, 2008:161). Memilih media periklanan
ditentukan berdasarkan Frekuensi, jangkauan konsumen, dan dampak yang
ditimbulkan dari iklan tersebut terhadap konsumen. Setiap media periklanan
memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing dalam mengiklankan sebuah
produk. Sebagai seorang pemasar harus dapat memilih media periklanan dengan
tepat sehingga iklan dapat sampai pada konsumen dengan efektif dan efisien.
Televisi merupakan salah satu media periklanan yang sering digunakan oleh
pemasar dalam mengiklankan produknya (Khusnaeni & Sunarti, 2017).
C. Hubungan Iklan dengan Keputusan Pembelian
Pada penelitian (Wibowo, 2012) menyatakan jika variabel iklan televisi
berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian
konsumen. Selain itu, pada penelitian (Febriana, 2015) mengatakan jika variabel iklan televisi
berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian namun tidak signifikan. Dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara periklanan yang dilakukan oleh
perusahaan terhadap keputusan pembelian konsumen.
Iklan yang Ada Pada Masyarakat
Dijaman yang serba digital ini membuat produsen harus
mempu untuk bersaing dalam memperkenalkan produk maupun mempertahankan
konsumennya, salah satunya dengan cara pengiklanan. Di era sekarang pengiklanan
dapat dilihat dimana saja seperti pada televisi, youtube, koran, poster, dan
lain sebagainya. Tidak sedikit konsumen yang akhirnya memutuskan untuk membeli
suatu produk karena tertarik setelah melihat iklan yang ada.
A. Analisis Pengaruh Iklan Poster
Adapun beberapa pengaruh iklan dalam proses pengambilan
keputusan dalam perilaku konsumen, seperti :
1.
Motivasi
Motivasi didasarkan pada kebutuhan dan sasaran. Motivasi
berlaku sebagai pemacu pembelajaran. Contoh, “Sabun Lifeboy”. Seorang ibu yang
sangat memperhatikan kesehatan untuk keluarganya, akan terdorong/ termotivasi
untuk mempelajari dan mencari informasi mengenai pencegahan berbagi penyakit
dan sabun apa yang cocok untuk keluarganya. Dan para ibu cenderung akan memilih
sabun yang mempunyai kandungan anti bakteri dan virus seperti Lifeboy.
Sebaliknya, seorang ibu yang tidak terlalu memperhatikan hal ini, tentu tidak
akan tertarik dan mungkin akan mengabaikan informasi yang berkaitan mengenai
hal ini. Tingkat keterkaitan, atau keterlibatan, menentukan tingkat motivasi
konsumen untuk mencari pengetahuan atau informasi mengenai suatu produk atau
jasa. Menentukan motif konsumen merupakan salah satu tugas utama para pemasar,
yang kemudian berusaha mengajar konsumen yang termotivasi mengapa dan bagaimana
produk mereka dapat memenuhi kebutuhan para konsumen.
2.
Kemampuan
Kemampuan konsumen memahami sebuah iklan berpengaruh
dalam memilih produk yang tepat dan merek yang menurut mereka baik, Lifeboy
bisa membuat konsumen memahami terhadap produk mereka, dan merek mereka terkenal, Dengan semakin
meningkatnya pengetahuan konsumen terhadap Lifeboy bisa meningkatkan penjualan
3.
Efektifitas
Efektifitas dari iklan lifebuoy sendiri bisa dikatakan
cukup efektif karena dengan iklan yg ditampilkan saat ini bisa membuat individu
menjadi terpengaruh terhadap iklan, individu terpengaruh untuk menggunakan
lifebuoy, faktor Motivasi konsumen untuk hidup sehat membuat konsumen memilih
sabun Lifeboy yang memiliki kandungan anti bakteri dan virus.
Kemampuan individu dalam memahami dan memproses
informasi, menjadi sebuah kemudahan dalam menyampaikan maksud dari produk
mereka, Dengan begitu bisa menjadi
benefit kesiapannya bagi Lifeboy.
Faktor-Faktor
Stimulus yang dapat menarik perhatian orang / konsumen:
1. Size / Ukuran
Semakin besar ukuran suatu iklan maka akan semakin
terlihat dan jelas oleh orang-orang sehingga lebih diperhatikan dibanding
ukuran yang kecil. Di Indonesia sendiri produk-produk yang sering menggunakan
iklan ukuran besar atau baliho ini adalah produk provider penyedia jasa
telekomunikasi seperti XL, Telkomsel, dan Indosat. Produk rokok juga banyak
menggunakan baliho sebagai media iklan produknya. Kebanyakan yang menggunakan
baliho ini adalah perusahaan-perusahaan besar yang produknya sudah terkenal.
2. Intensity
Penekanan pada produk yang lebih ditonjolkan melalui
iklan dalam promosinya dapat meningkatkan perhatian orang/konsumen. Salah satu
contohnya yaitu pada iklan Indomie. Iklan produk Indomie selalu memberikan
penekanan akan produknya dalam setiap iklan yang dibuatnya. Seperti seringnya
menempatkan logo dan masakan Indomie pada scene-scene dalam iklannya.
Dengan menampilkan visual yang menarik menimbulkan
suasana menyenangkan bagi yang melihat iklan tersebut akan menarik perhatian
secara tidak langsung. Seperti contoh pada iklan Molto yang menampilkan sebuah
karakter animasi dalam promosi iklan yang dikeluarkannya. Itu menjadi salah
satu daya tarik visual yang dapat ditampilkan dalam sebuah iklan.
4. Color and Movement
Dari dua iklan diatas terlihat jelas bahwa warna dapat
mempengaruhi kemenarikan sebuah iklan. Iklan yang hanya berwarna hitam putih
kurang menarik dibandingkan iklan speedy yang memiliki warna yang bervariasi.
Ditambah juga dengan adanya animasi superman sehingga menambah daya tarik dari
sebuah iklan.
5. Position
Penempatan posisi objek dalam menarik perhatian.
Seperti contoh pada penempatan billboard yang ada di gambar dibawah ini. Dengan
meletakannya pada tengah-tengah sehingga lebih menarik perhatian.
Penyampaian pesan dipresentasikan kepada konsumen
menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi daya tarik dan perhatian konsumen
dari promosi. Hal ini ditunjukan oleh salah satu iklan produk sprite yang
memiliki format yang sederhana dan penyampaian pesan yang dipresentasikan
kepada konsumen melalui iklannya tersampaikan dengan baik.
7. Contrast &
Expectation
Konsumen memberikan perhatian yang lebih ketika sebuah
stimulus itu kontras dengan latar belakangnya. Salah satu contoh iklan nissan
yang memiliki penggunakan iklan yang efektif dalam hal kontras.
8. Interestingness
Ketika konsumen memilih sebuah produk yang akan mereka
inginkan, konsumen akan memilih produk lebih menarik dari segi promosinya. Hal
tersebut ditunjukan oleh produk Ripcurl yang menampilkan video interaktif dari
produknya sehingga menambah daya tarik konsumen untuk membeli.
9. Information
Quantity
Konsumen akan menangkap sebuah informasi yang
dituangkan dalam sebuah promosi iklan sehingga produk yang dijelaskan dalam
iklan perlu memiliki informasi yang cukup agar konsumen memahami secara
menyeluruh akan produknya itu. Salah satu contohnya itu pada iklan-iklan
automotif seperti produk motor dan mobil yang biasanya informasi dalam iklannya
lengkap dan jelas.
Objek yang menjadi perhatian utama dalam sebuah iklan
harus menjadi yang paling menonjol pada iklan yang dibuat. Sehingga objek
tersebut tidak tertukar oleh objek lain yang bukan sisi yang ingin ditonjolkan.
Contohnya seperti pada iklan diatas.
B. Analisis Pengaruh Iklan Televisi
Menurut penelitian (Azmi, 2017) pada Pengaruh
Iklan Televisi Terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen Es Krim Magnum
Iklan
produk es krim Magnum sangat gencar diiklankan di televisi dan dikemas dalam
bentuk yang menarik sehingga dengan iklan tersebut mampu menarik minat
konsumen untuk membeli produk Magnum. Salah satu iklan Es Krim Magnum adalah iklan edisi taste the classic. Konsep iklan Magnum ini menggunakan seorang wanita sebagai model dengan menonjolkan suasana klasik, pada iklan tersebut, si model menggunakan benda-benda klasik seperti pemutar musik klasik, pakaian klasik dan menonton film klasik sambil memakan Es Krim Magnum.
produk es krim Magnum sangat gencar diiklankan di televisi dan dikemas dalam
bentuk yang menarik sehingga dengan iklan tersebut mampu menarik minat
konsumen untuk membeli produk Magnum. Salah satu iklan Es Krim Magnum adalah iklan edisi taste the classic. Konsep iklan Magnum ini menggunakan seorang wanita sebagai model dengan menonjolkan suasana klasik, pada iklan tersebut, si model menggunakan benda-benda klasik seperti pemutar musik klasik, pakaian klasik dan menonton film klasik sambil memakan Es Krim Magnum.
Berdasarkan hasil analisis pendapat konsumen
terhahap
iklan Es Krim Magnum edisi Taste the classic yang meliputi tayangan iklan, tema iklan, latar belakang iklan, musik iklan dan bintang iklan cukup menarik. Hasil analisis dengan menggunakan EPIC Model (Empathy, Persuasion, Impact, Communication) menunjukan bahwa iklan Es Krim Magnum edisi Taste the Classic telah masuk ke dalam kategori iklan yang cukup efektif. Pesan iklan menjadi lebih efektif dalam kepercayaan konsumen Es Krim Magnum melalui pengenalan merek. Pesan iklan juga menjadi lebih efektif terhadap minat beli konsumen melalui kepercayaan konsumen dan sikap konsumen, hal tersebut juga memberikan dampak melalui miniat beli konsumen. Sehingga dengan adanya iklan es krim magnum Taste the classic di televisi dapat mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian nyata terhadap Es Krim Magnum.
iklan Es Krim Magnum edisi Taste the classic yang meliputi tayangan iklan, tema iklan, latar belakang iklan, musik iklan dan bintang iklan cukup menarik. Hasil analisis dengan menggunakan EPIC Model (Empathy, Persuasion, Impact, Communication) menunjukan bahwa iklan Es Krim Magnum edisi Taste the Classic telah masuk ke dalam kategori iklan yang cukup efektif. Pesan iklan menjadi lebih efektif dalam kepercayaan konsumen Es Krim Magnum melalui pengenalan merek. Pesan iklan juga menjadi lebih efektif terhadap minat beli konsumen melalui kepercayaan konsumen dan sikap konsumen, hal tersebut juga memberikan dampak melalui miniat beli konsumen. Sehingga dengan adanya iklan es krim magnum Taste the classic di televisi dapat mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian nyata terhadap Es Krim Magnum.
ANALISIS VIDEO IKLAN
A. Iklan Molto Ultra
Link Video Iklan : https://youtu.be/LHMAZOGQt4c
Dalam iklan ini, produk
molto ultra mencoba menarik perhatian konsumen dengan menampilkan tema iklan yang
berbeda dengan yang lain. Penggambaran manusia kain bertujuan untuk menjelaskan
secara imajiner kepada konsumen bahwa kain yang diberi molto akan wangi
sepanjang hari dan dapat tampil percaya diri. Hal itu ditunjukkan dengan
seorang anak perempuan yang mengikuti audisi tetap wangi sepanjang hari. Sasaran produk ini adalah ibu tangga dengan tujuan agar ibu rumah tangga dapat membuat anaknya tetap tampil percaya diri dengan harum wangi seharian.
B. Iklan Downy
Link Video Iklan : https://youtu.be/u-O4CyKf2nI
Dalam iklan ini, menampilkan anak kecil yang bajunya wangi
Downy. Anak ini pergi ke jalanan dan pasar dengan menampilkan dance “Boom Boom Pow”,
yang mana dance tersebut menunjukkan Downy yang melawan bau keringat asap dan amis
sehingga dapat membuat baju tetap wangi segar. Sasaran yang dituju dalam iklan tersebut
adalah ibu rumah tangga agar para ibu rumah tangga dapat menghasilkan baju yang
dicuci tetap wangi dan segar ketika dipakai kemanapun. Hal itu dapat membuat konsumen mengetahui kelebihan
produk dan dapat membuat konsumen menarik dengan adanya dance “Boom Boom Pow” tersebut.
Dari analisis iklan di atas, kedua produk memiliki keunggulan produk yang sama yaitu menawarkan harum wangi sepanjang hari, dimana pada molto ultra harum wangi dapat menambah percaya diri, sedangkan pada downy harum wangi yang dapat melawan bau keringat, asap dan amis dalam aktivitas sehari-hari. iklan tersebut juga memberikan daya tarik konsumen secara berbeda yaitu pada molto ultra menampilkan karakter boneka kain yang sedang audisi menyanyi yang tampil dengan wangi dan percaya diri. sedangkan pada downy menampilkan dance "Boom Boom Pow" yang menunjukkan anak kecil yang wangi downy dapat melawan bau keringat, asap, dan amis sehingga dapat tetap wangi dalam menjalankan aktivitas seharian. kedua iklan sama-sama bagus akan tetapi pada iklan molto ultra agak terkesan aneh ketika audisi menyanyi, para juri malah menilai bau wangi peserta, dan juga tampilannya terkesan biasa saja. sedangkan pada iklan downy yang menampilkan dance tersebut dapat membuat konsumen lebih menarik dan menikmati iklan tersebut.
Azmi, F. (2017). Pengaruh Iklan Televisi Terhadap Pengambilan Keputusan
Pembelian Konsumen Es Krim Magnum. Jurnal Manajemen dan Organisasi ,
119-132.
Dewi, N. K., Andri, G., & Yonaldi, S. (2012). Pengaruh
Iklan, Citra Merek, dan Kepuasan Konsumen Terhadap Loyalitas Konsumen dalam
Menggunakan Vaseline Hand and Body Lotion di Kota Padang. Jurnal Manajemen
dan Kewirausahaan, 11-29.
Febriana, C. (2015). Pengaruh Iklan Televisi TErhadap
KEsadaran Merek serta Dampaknya pada Keputusan Pembelian. Jurnal
Administrasi Bisnis.
Khusnaeni, N. Y., & Sunarti. (2017). Pengaruh Iklan
Terhadap Sikap Konsumen Serta Dampaknya Pada Keputusan Pembelian . Jurnal
Administrasi Bisnis Vol 47, 49-56.
Kotler, & Philip: Amstrong, G. (1997). Manajemen
Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi, dam Pengendalian. Jakarta:
Salemba Empat.
Wibowo, S. F. (2012). Pengaruh Iklan Televisi dan Harta
Terhadap Keputusan Pembelian Sabun Lux (Survei Pada Pengunjung Mega Bekasi
Hypermall). Jurnal Risrt Manajemen Sains.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar