Rabu, 25 Maret 2020

KELOMPOK REFERENSI DAN PENGARUH KELUARGA

Kelompok Referensi dalam Perilaku Kosumen

A. Pengertian Kelompok

Kelompok ialah sejumlah orang yang mempunyai norma, nilai, dan tujuan yang sama, yang dengan secara sengaja dan juga teratur saling berinteraksi. Pada dasarnya Kelompok ialah orang yang mempunyai kepentingan yang sama dan juga mempunyai beberapa landasan interaksi yang sama. Mereka saling terikat bersamaan dengan serangkaian hubungan sosial yang khas. Kelompok tersebut dapat terorganisasi dengan  secara ketat dan juga berjangka panjang, tetapi juga dapat bersifat cair dan juga hanya sementara.

B. Pengertian Kelompok Referensi

Kelompok acuan (reference group) berfungsi sebagai titik banding/referensi langsung (tatap muka) atau tidak langsung yang membentuk sikap maupun perilaku seseorang. Menurut Amirullah (2002), “Kelompok referensi adalah sejumlah orang/kelompok yang bertindak sebagai pembanding (or reference) terhadap individu dalam setiap bentuk nilai, sikap/penuntun ke arah perilaku.” Sedangkan menurut Alma (2000) kelompok referensi adalah : Reference group ini bisa merupakan grup primer, sekunder atau pemberi aspirasi. Grup primer adalah para anggota yang saling berkomunikasi satu sama lain. Grup sekunder adalah organisasi yang tidak terlalu banyak berinteraksi tatap muka dengan individu, seperti organisasi serikat pekerja, organisasi keagamaan, organisasi profesi dan sebagainya yang membuat aturan-aturan, kebiasaan-kebiasaan tertentu. Grup aspirasi adalah seseorang yang memberi aspirasi pada individu untuk memiliki sesuatu.
Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kelompok referensi dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam melakukan pembeliannya. Dalam hal ini, manajer pemasaran perlu mengetahui siapa yang menjadi opini dari kelompok bersangkutan. suatu individu dapat menjadi pengikut opini dari kelompok referensi, bahkan saat tidak terjadi interaksi langsung antara kelompok referensi dengan individu. Pihak pemasaran perusahaan dapat  memanfaatkan kelompok referensi untuk mempengaruhi konsumen, misalnya melalui periklanan dengan menggunakan penyanyi terkenal dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Kotler dan Keller (2009), Kelompok Referensi adalah semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut.

C. Pengaruh Kelompok

Menurut Sumarwan (2011) pengaruh kelompok referensi dibagi menjadi tiga tipe yaitu:
1. Pengaruh normatif, yaitu pengaruh dari kelompok acuan terhadap seseorang melalui norma-norma sosial yang harus dipatuhi dan diikuti. Pengaruh normatif akan semakin kuat terhadap seseorang untuk mengikuti kelompok acuan jika ada tekanan kuat untuk mematuhi norma-norma yang ada, penerimaan sosial sebagai motivasi kuat,dan produk dan jasa yang di beli akan terlihat sebagai symbol dari norma social.
2. Pengaruh ekspresi nilai,  kelompok acuan akan mempengaruhi seseorang melalui fungsinya sebagai pembawa ekspresi nilai. Seorang konsumen akan membeli kendaraan mewah dengan tujuan agar orang lain bisa memandangnya sebagai orang yang sukses atau kendaraan tersebut dapat meningkatkan citra dirinya. Konsumen tersebut merasa bahwa orang-orang yang memiliki kendaraan mewah akan dihargai dan dikagumi oleh orang lain.
3. Pengaruh Informasi, kelompok acuan akan memepengaruhi pilihan produk atau merk dari seorang konsumen, karena kelompok acuan tersebut sangat dipercaya sarannya, karena ia memiliki pengetahuan dan informasi yang lebih baik.
Diyakini bahwa pada akhirnya kelompok pemberi referensi akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian.

 

Pengaruh Keluarga dalam Perilaku Konsumen

A. Pengertian Keluarga

Istilah keluarga dan rumah tangga seringkali dianggap sama padahal arti keluarga dan rumah tangga memiliki suatu perbedaan. Istilah rumah tangga biasanya digunakan untuk istilah yang lebih luas yang menunjukkan bahwa semua orang yang menempati sebuah unit dalam kehidupan (Mowen dan Minor, 2002). Misalnya di sebuah tempat tinggal terdapat suami istri dan anak, kakek nenek, adik, pembantu rumah tangga dan anak-anak kos, maka yang tinggal dalam kediaman tersebut disebut rumah tangga. Dalam hal ini rumah tangga  terbagi menjadi dua yaitu rumah tangga bukan keluarga (orang-orang yang tidak memiliki ikatan atau hubungan dan tinggal bersama) dan rumah tangga keluarga (orang yang sudah memiliki ikatan atau hubungan dan tingal bersama).
Sedangkan arti keluarga yaitu sepasang suami istri yang sudah memiliki ikatan perkawinan (menikah) dan tinggal bersama anak-anak dalam satu rumah (tempat tinggal). Dari aspek formalitas atau legalitas keluarga juga dipandang sebagai berkumpulnya dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan sudah mimiliki ikatan perkawinan. Selain itu keluarga terbagi menjadi dua yaitu keluarga inti ( orang tua dan anaknya), dan keluarga besar (keluarga inti ditambah dengan keluarga lain atau saudara lain) Burgess dkk, mendefinisikan keluarga berdasarkan pada orientas dan tradisi yaitu:
  • Keluarga terdiri dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah dan adopsi
  • Para anggota keluarga biasanya hisup bersama-sama dalam satu rumah atau jika mereka hidup secara terpisah mereka tetap menganggap rumah tangga sebagai rumah mereka
  •  Anggota keluarga berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dalam peran-peran sosial seperti suami-istri, ayah dan ibu, anak laki-laki dan perempuan.
Keluarga sama-sama menggunakan kltur yang sama yaitu kultur yang diambil dari masyarakat dengan beberapa ciri unik tersendiri.

B. Peranan Anggota Keluarga

Setiap anggota keluarga mempunyai pengaruh dalam pengambilan keputusan pembelian maupun pengkonsumsian terhadap suatu produk dan jasa. Pemasar dalam hal ini sangat tertarik dengan pengambilan keputusan keluarga dimana anggota keluarga berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain dalam membuat pilihan pembelian. Menurut Peter dan Olson serta Sumarwan terdapat peran dalam pengambilan keputusan keluarga:
  •  Inisiator (initiator)
Seorang anggota keluarga yang memiliki ide atau gagasan untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk
  • Pemberi Pengaruh (influence)
Memberi informasi bagi anggota keluarga lainnya tentang suatu produk dan jasa. Misalnya seorang anak memberitahukan orang tuanya tentang suatu produk merek sereal untuk sarapan pagi
  •  Penjaga pintu (gatekeeper)
Mengontrol aliran informasi yang masuk kedalam keluarga seperti, seorang ibu yang tidak memeberitahu anaknya tentang mainan baru
  • Pengambilan keputusan (decides)
Memiliki keputusan untuk menentukan apakah suatu produk dan jasa akan dibeli tau tidak
  • Pembeli (buyer)
Orang yang akan membeli suatu produk dan jasa
  • Pengguna (users)
Mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa yang dibeli
  • Pembuang (disposer)
Membuang suatu produk atau memberhentikan penggunaaan suatu produk atau jasa tertentu.
Dalam pengambilan keputusan keluarga terdapat hal yang menjadi perhatian yaitu perbedaan kelas produk yang hubungannya dengan pengambilan keputusan keluarga, struktur peran suami atau istri dan faktor penentu pengambilan keputusan bersama. Dari pengambilan keputusan tersebut, dapat disimpulkan bahwa :

  • Keterlibatan suami atau istri untuk masing-masing kelas produk memiliki perbedaan yang lebih besar
  • Dalam sebuah kelas produk tertentu, ada perbedaan dalam keterlibatan suami/istri untuk setiap keputusan khusus yang diambil dan untuk setiap tahapan pengambilan keputusan.
Penelitian tentang ‘’Perception of Marital Roles in Decision Processes’’ yang dilakukan Davis dan Rigaux (dalam Mowen, 2002) mengidentifikasi bahwa terdapat empat dimensi spesialisasi peran dalam:pembelian produk:
a.    Istri lebih dominan dalam pengambilan keputusan
Dalam hal ini istri sebagian besar bebas memutuskan apa yang dibeli
b.    Suami dominan dalam mengambil keputusan
Suami sebagian besar bebas memutuskan apa yang akan dibeli
c.    Keputusan outonomi (tanpa tergantung satu sama lain)
Keputusan kurang penting yang dibuat suami atau istri terlepas dari yang lain
d.    Keputusan bersama
Baik suami dan istri mempunyai peran serta bersama dalam pengambilan keputusan.

Studi Kasus

A. Kelompok Referensi

Menurut penelitian Pengaruh Gaya Hidup Konsumtif dan Kelompok Referensi Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Lokal (Pramudi, 2015), kelompok referensi berpengaruh terhadap keputusan pembelian kosmetik lokal pada wanita karier di Surabaya Selatan. Kelompok referensi memberikan lebih banyak informasi terkait dengan produk yang akan membantu konsumen untuk memutuskan pembelian produk. Konsumen yang memiliki kelompok referensi menurut hasil penelitian memiliki informasi yang tinggi yang berkaitan dengan produk, sehingga akhirnya mendorong seorang wanita karier (dalam hal ini sebagai responden penelitian), untuk melakukan keputusan pembelian produk kosmetik lokal. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa kelompok referensi yang dimaksud adalah rekan kerja.

B. Pengaruh Keluarga

Menurut penelitian Hubungan Demografi, Anggota Keluarga, dan Situasi dalam Pengambilan Keputusan Pendanaan Pembelian Rumah Tinggal Surabaya (Iswantoro & Anastasia, 2013), jumlah anggota keluarga yang ditanggung, tempat tinggal saat ini, tujuan membeli rumah, jumlah anak dibawah usia 17 tahun serta sumber informasi menjadi pengambil keputusan utama. Pernyataan ini sejalan dengan hasil statistik yang menunjukan bahwa adanya hubungan jumlah anak dibawah 17 tahun dengan pendanaan yang dipilih karena mayoritas responden tidak memiliki anak dibawah usia 17 tahun sehinga keputusan mayoritas juga berada di tangan suami dan istri. Jumlah anggota keluarga yang ditanggung menunjukan tidak ada hubungan dengan jenis pendanaan yang dipilih karena sebenarnya yang menanggung kebutuhan keluarga bukan hanya responden yang mayoritas perempuan tetapi juga ada pendapatan dari pasangan. 

Sumber :


Dwiastuti, R. S. (2012). llmu Perilaku Konsumen . Malang: Universitas Brawijaya Pres.
Iswantoro, C., & Anastasia, N. (2013). Hubungan Demografi, Anggota Keluarga, dan Situasi dalam Pengambilan Keputusan Pendanaan Pembelian Rumah TInggal Surabaya. FINESTA, 125-129.
Kartika, S., & Sidig, R. (2018). Pengaruh Kelompok Referensi Terhadap Keputusan Pembelian Kawasaki Ninja 250 CC. Jurnal Digital Marketing, 31-36.
Marlius, D. (2017). Keputusan Pembelian Berdasarkan Faktor Psikologis dan Bauran Pemasaran PT Intercom Mobilindo Padang. Jurnal Pundi.
Pramudi, R. Y. (2015). Pengaruh Gaya Hidup Konsumtif dan Kelompok Referensi Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Lokal . Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen , 280-301.
Setiadi, N. (2013). Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama.
Subianto, T. (2007). Studi Tentang Perilaku Konsumen Beserta Implikasinya Terhadap Keputusan Pembelian. Jurnal Ekonomi Modernisasi, 165-182.
Suryati, T. (2012). Perilaku Konsumen: Implikasi Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Graha Ilmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar