Rabu, 25 Maret 2020

ANALISIS IKLAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KONSUMEN


Iklan

A. Pengertian

Menurut (Kotler & Philip: Amstrong, 1997) periklanan adalah segala bentuk penyajian non personal dan promosi ide, barang dan jasa dari suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran. Sedangkan pengertian Iklan menurut Rhenald Kasali ( 2000 ) ialah pesan dari produk, jasa atau ide yang disampaikan kepada masyarakat melalui suatu media yang di arahkan untuk menarik konsumen. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa adalah pesan yang disampaikan kepada masyarakat melalui bantuan media, menyinggung media promosi, promosi dapat dilakukan melalui bantuan media-media publik, seperti radio, televisi, dan media cetak.
Kemudian menurut Moriarty et al. (2009) periklanan adalah “Bentuk komunikasi berbayar yang menggunakan media massa dan media interaktif untuk menjangkau audiensi yang luas dalam rangka menghubungkan sponsor yang jelas dengan pembeli (audiensi sasaran) dan memberikan informasi tentang produk (barang, jasa, dan gagasan)”.

B. Tujuan Periklanan

Menurut Kotler dan Keller (2009) tujuan periklanan adalah tugas komunikasi khusus dan tingkat pencapaian yang dicapai dengan pemirsa tertentu dalam jangka waktu tertentu yang kemudian dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a.    Iklan informatif bertujuan menciptakan kesadaran merek dan pengetahuan tentang produk atau fitur baru produk yang ada; 
b.    Iklan persuasif bertujuan menciptakan kesukaan, preferensi, keyakinan, dan pembelian produk atau jasa. Beberapa iklan persuasif menggunakan iklan komparatif, yang membuat perbandingan eksplisit tentang atribut dua merek atau lebih;  
c.    Iklan pengingat bertujuan menstimulasikan pembelian berulang produk atau jasa;
d.  Iklan penguat bertujuan meyakinkan pembeli saat ini bahwa mereka melakukan pilihan tepat.
Tujuan mengiklankan sebuah poduk adalah untuk memengaruhi sikap khalayak, dalam hal ini tentunya sikap dari konsumen Jefkins (1996). Melihat tujuan dari periklanan adalah mempengaruhi sikap seorang konsumen, maka tujuan utama dari mempengaruhi sikap konsumen adalah untuk membuat konsumen melakukan pembelian. Menurut Amirullah (2002) pengambilan keputusan merupakan suatu proses penilaian dan pemilihan dari berbagai alternatif sesuai dengan kepentingan - kepentingan tertentu dengan menetapkan suatu pilihan yang dianggap paling menguntungkan. Berbagai pertimbangan dilakukan oleh konsumen sebelum menentukan pembelian.
Salah satu strategi dalam periklanan adalah menyeleksi media periklanan (Kotler dan Amstrong, 2008:161). Memilih media periklanan ditentukan berdasarkan Frekuensi, jangkauan konsumen, dan dampak yang ditimbulkan dari iklan tersebut terhadap konsumen. Setiap media periklanan memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing dalam mengiklankan sebuah produk. Sebagai seorang pemasar harus dapat memilih media periklanan dengan tepat sehingga iklan dapat sampai pada konsumen dengan efektif dan efisien. Televisi merupakan salah satu media periklanan yang sering digunakan oleh pemasar dalam mengiklankan produknya (Khusnaeni & Sunarti, 2017).

C. Hubungan Iklan dengan Keputusan Pembelian

Pada penelitian (Wibowo, 2012) menyatakan jika variabel iklan televisi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Selain itu, pada penelitian (Febriana, 2015) mengatakan jika variabel iklan televisi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian namun tidak signifikan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara periklanan yang dilakukan oleh perusahaan terhadap keputusan pembelian konsumen. 

Iklan yang Ada Pada Masyarakat

Dijaman yang serba digital ini membuat produsen harus mempu untuk bersaing dalam memperkenalkan produk maupun mempertahankan konsumennya, salah satunya dengan cara pengiklanan. Di era sekarang pengiklanan dapat dilihat dimana saja seperti pada televisi, youtube, koran, poster, dan lain sebagainya. Tidak sedikit konsumen yang akhirnya memutuskan untuk membeli suatu produk karena tertarik setelah melihat iklan yang ada.

A. Analisis Pengaruh Iklan Poster

Adapun beberapa pengaruh iklan dalam proses pengambilan keputusan dalam perilaku konsumen, seperti :
1. Motivasi
Motivasi didasarkan pada kebutuhan dan sasaran. Motivasi berlaku sebagai pemacu pembelajaran. Contoh, “Sabun Lifeboy”. Seorang ibu yang sangat memperhatikan kesehatan untuk keluarganya, akan terdorong/ termotivasi untuk mempelajari dan mencari informasi mengenai pencegahan berbagi penyakit dan sabun apa yang cocok untuk keluarganya. Dan para ibu cenderung akan memilih sabun yang mempunyai kandungan anti bakteri dan virus seperti Lifeboy. Sebaliknya, seorang ibu yang tidak terlalu memperhatikan hal ini, tentu tidak akan tertarik dan mungkin akan mengabaikan informasi yang berkaitan mengenai hal ini. Tingkat keterkaitan, atau keterlibatan, menentukan tingkat motivasi konsumen untuk mencari pengetahuan atau informasi mengenai suatu produk atau jasa. Menentukan motif konsumen merupakan salah satu tugas utama para pemasar, yang kemudian berusaha mengajar konsumen yang termotivasi mengapa dan bagaimana produk mereka dapat memenuhi kebutuhan para konsumen.
2. Kemampuan
Kemampuan konsumen memahami sebuah iklan berpengaruh dalam memilih produk yang tepat dan merek yang menurut mereka baik, Lifeboy bisa membuat konsumen memahami terhadap produk mereka,  dan merek mereka terkenal, Dengan semakin meningkatnya pengetahuan konsumen terhadap Lifeboy bisa meningkatkan penjualan
3. Efektifitas
Efektifitas dari iklan lifebuoy sendiri bisa dikatakan cukup efektif karena dengan iklan yg ditampilkan saat ini bisa membuat individu menjadi terpengaruh terhadap iklan, individu terpengaruh untuk menggunakan lifebuoy, faktor Motivasi konsumen untuk hidup sehat membuat konsumen memilih sabun Lifeboy yang memiliki kandungan anti bakteri dan virus.
Kemampuan individu dalam memahami dan memproses informasi, menjadi sebuah kemudahan dalam menyampaikan maksud dari produk mereka, Dengan begitu  bisa menjadi benefit kesiapannya bagi Lifeboy.
Faktor-Faktor Stimulus yang dapat menarik perhatian orang / konsumen:

1.    Size / Ukuran 


   
Ketiga gambar diatas merupakan beberapa jenis iklan pada media cetak yang memiliki ukuran yang berbeda. Baliho adalah iklan cetak yang paling besar diantara dua gambar yang lain, dan brosur merupakan yang paling kecil. Jika dilihat dari segi ukuran dan pengaruhnya terhadap tingkat respon konsumen dari tiga gambar tersebut, baliho lah yang lebih menstimulus orang-orang untuk melihat dan memperhatikan gambar dari produk yang ada di baliho tersebut. Manusia lebih cenderung memperhatikan sesuatu yang memiliki ukuran lebih besar dibanding ukuran yang lebih kecil.
Semakin besar ukuran suatu iklan maka akan semakin terlihat dan jelas oleh orang-orang sehingga lebih diperhatikan dibanding ukuran yang kecil. Di Indonesia sendiri produk-produk yang sering menggunakan iklan ukuran besar atau baliho ini adalah produk provider penyedia jasa telekomunikasi seperti XL, Telkomsel, dan Indosat. Produk rokok juga banyak menggunakan baliho sebagai media iklan produknya. Kebanyakan yang menggunakan baliho ini adalah perusahaan-perusahaan besar yang produknya sudah terkenal.

2.    Intensity

Penekanan pada produk yang lebih ditonjolkan melalui iklan dalam promosinya dapat meningkatkan perhatian orang/konsumen. Salah satu contohnya yaitu pada iklan Indomie. Iklan produk Indomie selalu memberikan penekanan akan produknya dalam setiap iklan yang dibuatnya. Seperti seringnya menempatkan logo dan masakan Indomie pada scene-scene dalam iklannya.   

    3.    Attarctive Visual
    Dengan menampilkan visual yang menarik menimbulkan suasana menyenangkan bagi yang melihat iklan tersebut akan menarik perhatian secara tidak langsung. Seperti contoh pada iklan Molto yang menampilkan sebuah karakter animasi dalam promosi iklan yang dikeluarkannya. Itu menjadi salah satu daya tarik visual yang dapat ditampilkan dalam sebuah iklan.

    4.    Color and Movement

       
    Dari dua iklan diatas terlihat jelas bahwa warna dapat mempengaruhi kemenarikan sebuah iklan. Iklan yang hanya berwarna hitam putih kurang menarik dibandingkan iklan speedy yang memiliki warna yang bervariasi. Ditambah juga dengan adanya animasi superman sehingga menambah daya tarik dari sebuah iklan.

    5.    Position
    Penempatan posisi objek dalam menarik perhatian. Seperti contoh pada penempatan billboard yang ada di gambar dibawah ini. Dengan meletakannya pada tengah-tengah sehingga lebih menarik perhatian.

    6.    Format

    Penyampaian pesan dipresentasikan kepada konsumen menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi daya tarik dan perhatian konsumen dari promosi. Hal ini ditunjukan oleh salah satu iklan produk sprite yang memiliki format yang sederhana dan penyampaian pesan yang dipresentasikan kepada konsumen melalui iklannya tersampaikan dengan baik.
    7.    Contrast & Expectation
    Konsumen memberikan perhatian yang lebih ketika sebuah stimulus itu kontras dengan latar belakangnya. Salah satu contoh iklan nissan yang memiliki penggunakan iklan yang efektif dalam hal kontras.
    8.    Interestingness
    Ketika konsumen memilih sebuah produk yang akan mereka inginkan, konsumen akan memilih produk lebih menarik dari segi promosinya. Hal tersebut ditunjukan oleh produk Ripcurl yang menampilkan video interaktif dari produknya sehingga menambah daya tarik konsumen untuk membeli.


    9.    Information Quantity
    Konsumen akan menangkap sebuah informasi yang dituangkan dalam sebuah promosi iklan sehingga produk yang dijelaskan dalam iklan perlu memiliki informasi yang cukup agar konsumen memahami secara menyeluruh akan produknya itu. Salah satu contohnya itu pada iklan-iklan automotif seperti produk motor dan mobil yang biasanya informasi dalam iklannya lengkap dan jelas.
    10.  Isolation

    Objek yang menjadi perhatian utama dalam sebuah iklan harus menjadi yang paling menonjol pada iklan yang dibuat. Sehingga objek tersebut tidak tertukar oleh objek lain yang bukan sisi yang ingin ditonjolkan. Contohnya seperti pada iklan diatas.

    B. Analisis Pengaruh Iklan Televisi

    Menurut penelitian (Azmi, 2017) pada Pengaruh Iklan Televisi Terhadap Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen Es Krim Magnum Iklan
    produk es krim Magnum sangat gencar diiklankan di televisi dan dikemas dalam
    bentuk yang menarik sehingga dengan iklan tersebut mampu menarik minat
    konsumen untuk membeli produk Magnum. Salah satu iklan Es Krim Magnum adalah iklan edisi taste the classic. Konsep iklan Magnum ini menggunakan seorang wanita sebagai model dengan menonjolkan suasana klasik, pada iklan tersebut, si model menggunakan benda-benda klasik seperti pemutar musik klasik, pakaian klasik dan menonton film klasik sambil memakan Es Krim Magnum.
    Berdasarkan hasil analisis pendapat konsumen terhahap
    iklan Es Krim Magnum edisi Taste the classic yang meliputi tayangan iklan, tema iklan, latar belakang iklan, musik iklan dan bintang iklan cukup menarik. Hasil analisis dengan menggunakan EPIC Model (Empathy, Persuasion, Impact, Communication) menunjukan bahwa iklan Es Krim Magnum edisi Taste the Classic telah masuk ke dalam kategori iklan yang cukup efektif. Pesan iklan menjadi lebih efektif dalam kepercayaan konsumen Es Krim Magnum melalui pengenalan merek. Pesan iklan juga menjadi lebih efektif terhadap minat beli konsumen melalui kepercayaan konsumen dan sikap konsumen, hal tersebut juga memberikan dampak melalui miniat beli konsumen. Sehingga dengan adanya iklan es krim magnum Taste the classic di televisi dapat mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian nyata terhadap Es Krim Magnum.

    ANALISIS VIDEO IKLAN

    A. Iklan Molto Ultra



    Link Video Iklan : https://youtu.be/LHMAZOGQt4c

    Dalam iklan ini, produk molto ultra mencoba menarik perhatian konsumen dengan menampilkan  tema iklan yang berbeda dengan yang lain. Penggambaran manusia kain bertujuan untuk menjelaskan secara imajiner kepada konsumen bahwa kain yang diberi molto akan wangi sepanjang hari dan dapat tampil percaya diri. Hal itu ditunjukkan dengan seorang anak perempuan yang mengikuti audisi tetap wangi sepanjang hari. Sasaran produk ini adalah ibu tangga dengan tujuan agar ibu rumah tangga dapat membuat anaknya tetap tampil percaya diri dengan harum wangi seharian.

    B. Iklan Downy

    Link Video Iklan : https://youtu.be/u-O4CyKf2nI

    Dalam iklan ini, menampilkan anak kecil yang bajunya wangi Downy. Anak ini pergi ke jalanan dan pasar dengan menampilkan dance “Boom Boom Pow”, yang mana dance tersebut menunjukkan Downy yang melawan bau keringat asap dan amis sehingga dapat membuat baju tetap wangi segar. Sasaran yang dituju dalam iklan tersebut adalah ibu rumah tangga agar para ibu rumah tangga dapat menghasilkan baju yang dicuci tetap wangi dan segar ketika dipakai kemanapun.  Hal itu dapat membuat konsumen mengetahui kelebihan produk dan dapat membuat konsumen menarik dengan adanya dance “Boom Boom Pow” tersebut. 

    Dari analisis iklan di atas, kedua produk memiliki keunggulan produk yang sama yaitu menawarkan harum wangi sepanjang hari, dimana pada molto ultra harum wangi dapat menambah percaya diri, sedangkan pada downy harum wangi yang dapat melawan bau keringat, asap dan amis dalam aktivitas sehari-hari. iklan tersebut juga memberikan daya tarik konsumen secara berbeda yaitu pada molto ultra menampilkan karakter boneka kain yang sedang audisi menyanyi yang tampil dengan wangi dan percaya diri. sedangkan pada downy menampilkan dance "Boom Boom Pow" yang menunjukkan anak kecil yang wangi downy dapat melawan bau keringat, asap, dan amis sehingga dapat tetap wangi dalam menjalankan aktivitas seharian. kedua iklan sama-sama bagus akan tetapi pada iklan molto ultra agak terkesan aneh ketika audisi menyanyi, para juri malah menilai bau wangi peserta, dan juga tampilannya terkesan biasa saja. sedangkan pada iklan downy yang menampilkan dance tersebut dapat membuat konsumen lebih menarik dan menikmati iklan tersebut.